Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Bangkitlah Indonesia[ku]
Showing posts with label Diskusi Reguler. Show all posts
Showing posts with label Diskusi Reguler. Show all posts

Friday, February 01, 2008

Fenomena Aliran Sesat

SERI DISKUSI
EDISI III
MAJELIS SINERGI KALAM (MASIKA ICMI)
ORWIL SULAWESI SELATAN

Fenomena aliran sesat dalam satu dekade terakhir ini semakin melembaga dan mendapat apresiasi berbagai ummat, termasuk umat islam di Indonesia. Kemunculan berbagai aliran yang disinyalir sesat oleh berbagai institusi keagamaan melahirkan berbagai kecaman sehingga menimbulkan reaksi dan kekerasan.
Kekerasan yang ’mengatasnamakan agama’ terhadap ’agama’ baru tersebut menimbulkan berbagai tanggapan khususnya warga muslim sendiri. Praktek kekerasan dengan menggunakan simbol-simbol keagamaan tersebut melahirkan berbagai tanggapan yang mendiskreditkan ’islam’ sebagai agama yang penuh ’dinamika’ ibadah.
Masuknya berbagai aliran di Indonesia yang tidak terlegitimasi oleh negara dan masyarakat beragama di negeri ini tentu tidak ’berhak’ mendapatkan tempat. Metode penyelesaian masalah keagamaan dengan praktek kekerasan tersebut telah m’mematikan’ peran dan fungsi dialog dalam penyelesaian masalah. Prakarsa dialog tersumbat oleh ekspresi terhadap klaim kebenaran akidah dan tauhid sehingga institusi apapun yang tidak sesuai dengan ’islam’ saat ini dikategorikan ajaran kafir.
Tuduhan kekafiran, ....
TUJUAN DIALOG
  1. Terbangunnya pemahaman tentang ajaran dan aliran sesat
  2. Untuk menemukan indikator-indikator ajaran sesat
  3. Untuk mencari resolusi penyelesaian konflik akidah
  4. Meningkatkan ketauhidan
SASARAN
  1. Komunitas organisasi keagamaan di Makassar
  2. Komunitas mahasiswa muslim Makassar
  3. Unsur Masyarakat Umum yang di undang
METODE
  1. ceramah
  2. dialog

PESERTA
sebanyak 50 orang yang terdiri atas;

  1. undangan 35 orang
  2. pengurus ICMI Sulsel 5 orang
  3. pengurus Masika 5 orang
  4. Media massa 5 orang

PEMATERI
1. Prof. DR. KH. Galib, MA (Unsur Majelis Ulama Indonesia Sulsel)
2. Prof. DR. H. Qasim Mathar, MA (Pengamat Pluralisme UIN Makassar)
3. Supa Atha'na (Direktur Iranian Corner Unhas)

MODERATOR:

Nasaruddin Umar, SH., MH. (Pengurus Masika ICMI Sulsel)

WAKTU PELAKSANAAN
Pelaksanaan dialog akan dilaksanakan pada;
Hari Jumat, 1 Februari 2008 pukul 16.00 di Aula ICMI Orwil Sulsel Jl. Sunu, Makassar

ORGANISASI PELAKSANA
Pelaksana kegiatan ini adalah Departemen Kajian Informasi MASIKA ORWIL SULSEL

OC (Bahar Makkutana)

Tuesday, May 29, 2007

Perguruan Tinggi Diam-diam Berpihak

* Qasim pada Dialog Reguler Masika ICMI Sulsel

Makassar, Tribun- Pengamat Politik yang juga akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Dr Qasim Mathar, menilai perguruan tinggi di Makassar diam-diam berpihak pada kelompok tertentu menjelang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sulsel 2007 mendatang.

Hal itu dikemukakan tokoh lintas agama Sulsel itu dalam dialog reguler Majelis Sinergi Kalam (Masika) ICMI Sulsel di Restoran Barugae, Jl Pengayiman, Minggu (13/5).

Menurutnya, kalangan perguruan tinggi harusnya terlibat secara profesional dalam politik praktis berdasarkan kapasitas ilmu yang dimilikinya. Bukan dimanfaatkan sebagai pengumpul sukungan.

"Perguruan tinggi menutup diri, tapi diam-diam berpihak. Kalau berpihak, ciri akademiknya akan hilang," kata Qasim.

Pada dialog bertema Membebaskan Kampus dari Kepentingan Politik Praktis Pilgub Sulsel 2007 itu, ia juga menghimbau agar dalam membuka diri, kampus berperan sebagai arena uji akademiki terhadap visi dan misi kepentingan politik tertentu.

Sementara itu pembicara lainnya, Adil Patu (politisi PDK), menganggap dunia politik sangat penting bagi perguruan tinggi. "Dengan jalan itu, PT dan ilmunya dapat mengambdi pada masyarakat.

PT dan ilmuwannya sebaiknya peka terhadap kondisi Sulsel, dengan cara membekali politisi hasil penelitian, supaya rakyat tahu, janji politik mana yang masuk akal," katanya.

Dialog itu juga dirangkaikan dengan deklarasi pembentukan Masika ICMI Organisasi Daerah (Orda) Makassar.(crl/mih)

(Tribun Timur, 14 Mei 2007)

Monday, May 21, 2007

Masika ICMI Diskusikan Pluralisme di Tribun

Makassar, Tribun

Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Organisasi Wilayah Sulsel menggelar diskusi mengenai pluralisme dengan tema Manfaat dan Resiko Pluralisme.

Diskusi yang menghadirkan Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Andi Faisal Bakti itu digelar di kantor Tribun Timur, Sabtu (19/5).

Menurut Faisal, pluralisme isu menarik dibicarakan karena adanya pro dan kontra di dalamnya.

"Yang pro bilang memang manusia itu diciptakan berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Lihat saja ciri fisik seperti sidik jari atau pun genetiknya, pasti berbeda," katanya.

Sedang yang menentang pluralisme mengatakan manusia pada prinsipnya sama, jangan mencari perbedaannya.

Pluralisme dalam diskusi lebih menyinggung perbedaan kadaerahan atau etnik. Jika pluralisme disetujui, maka perkembangan susu harus dibiarkan mencari dan memiliki peradaban.

"Dalam taraf yang lebih tinggi pluralisme dalam negara menoleransi pembentukan pemerintahan sendiri, karena adanya persamaan budaya, bahasa, dan tinggal pada wilayah yang sama," kata Faisal.(cr3/rex)

(Tribun Timur, 20 Mei 2007)