Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Bangkitlah Indonesia[ku]

Thursday, February 12, 2009

Masika ICMI Mulai Garap Kampus

Selasa 27 Januari 2009

Laporan: Furqon Majid, tribuntimurmks@gmail.com
Sabtu, 24 Januari 2009 | 22:06 WITA

MAKASSAR, TRIBUN - Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendikiawan Muda Indonesia (Masika ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Makassar dalam waktu dekat mulai membangun organisasi satuan (orsat) tingkat kampus

Program ini diteguhkan dalam Rapat Kerja Daerah Masika ICMI Orda Makassar, di Gedung LPTQ Sulawesi Selatan, Jl Talasalapang, Sabtu (24/1).

Rakerda tersebut digelar untuk mempersiapkan program kerja Masika periode 2008-2010. Program kerja itu akan berorientasi dan diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas intelektual pemuda dan mahasiswa.

Karena itu, hadir pula aktivis dari berbagai kampus, di antaranya dari Universitas Hasanuddin, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Indonesia Timur.

"Dari kampus-kampus inilah nantinya akan menjadi orsat Masika-ICMI, yaitu struktur Masika di tingkatan kampus, yang Insya Allah selepas Rakerda I ini akan segera terbentuk diseluruh kampus se-kota Makassar," ujar Sekretaris Masika ICMI Orda Makassar, Anshar Aminullah.

Rakerda yang dirangkai dengan Bedah Buku "Sketsa Pergolakan Batin Perempuan" ini dihadiri oleh Ketua Masika ICMI Orda Makassar, Maqbul Halim, dan Sekretaris Masika ICMI Orwil Sulsel, Anwar Lasapa. Anwar membuka rakerda.(*)

Sumber: Tribun Timur Online (Sabtu, 24 Januari 2009 | 22:06 WITA)
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/7176
Akses Tanggal 27 Januari 2009

Tuesday, October 07, 2008

ICMI Janji Kawal Program Pendidikan Gratis

NEWS
Minggu, 8 Juni 2008 - 19:19 wib

MAKASSAR - Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendekiawan Muda Sulawesi Selatan (Masika ICMI Sulsel) dan Dewan Pendidikan Sulsel menyatakan siap mengawal kebijakan Pencanagan Pendidikan Gratis oleh pemerintah provinsi Sulsel pekan lalu.

Dewan Pakar Masika ICMI Sulsel Prof Nasir Nessa mengatakan, warga Sulsel memang membutuhkan pendidikan terjangkau. Karena itu, program pendidikan gratis oleh gubernur Syahrul Yasin Limpo perlu dikawal. Nasir khawatir penggratisan biaya pendidikan itu akan menurunkan kualitas lulusannya.

"Masika ICMI akan kawal pendidikan gratis. Jangan sampai karena gratis, mutu pendidikan rendah. Itu harus diperhatikan oleh pemprov,"tutur Nasir Minggu (8/6/2008).

Nasir berjanji mengawal program itu dengan riset dari aktifis ICMI Sulsel sehingga manfaatnya di masyarakat dapat langsung terasa.

Sementara itu, anggota Dewan Pendidikan Sulsel, Prof Soli Abimanyu mengatakan, pelaksanaan pendidikan gratis yang telah dicanangkan itu harus terealisasi dengan baik. Pasalnya, pelaksanaan wajib belajar pendidikan gratis 9 tahun merupakan amanah Undang Undang.

"Pemerintah memang wajib gratiskan pendidikan dasar 9 tahun. Setidaknya, political will gubernur itu dapat dikawal. Masyarakat perlu lakukan pengawasan."ujar Abimanyu.

Abimanyu mengeluhkan rendahnya kualitas guru di Sulsel. Karena itu, Abimanyu meminta pemprov memperhatikan kualitas dan kesejahteraan guru yang ada di daerahn ini."Biar gtaris, kalau gurunya tidak bagus. Kualitas murdinya dipertanyakan, "tegasnya.

Di lain pihak, Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Makassar Arman meminta pemprov Sulsel mengoptimalkan fasilitas dan aksesibilitas bagi siswa berkebutuhan khusus. Menurutnya, aksesibilitas bagi siswa cacat selalama ini masih rendah. Akibatnya, banyak anak cacat fisik maupun mental yang tidak tertampung di sekolah umum.

"Dengan program pendidikan gratis itu, setidaknya siswa yang kekurangan secara fisik dan mental merasakan peningkatan kualitas pendidikan disbanding sebelumnya"kata Arman.

Jumat pekan lalu, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Soedibyo mencanangkan program pendidikan gratis provinsi Sulsel. Pencanangan ini ditandatangani gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan 23 bupati/walikota se-Sulsel.

Sulsel adalah provinsi pertama yang mencanangkan pelaksanaan pendidikan gratis di Indonesia. Mendiknas berjanji akan menjadikan Sulsel sebagai percontohan nasional jika pelaksanaan program itu berjalan baik.

Sebesar Rp 480 miliar dana APBD prov Sulsel tahun 2008 dianggarkan untuk program ini. Sisanya berasal dari dana APBD kab/kota dengan tingkat sharing sebesar 60 persen oleh pemerintah kab/kota dan 40 persen untuk pemprov Sulsel.

Pelaksanaan pendidikan gratis ini juga dibantu dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Depdiknas tahun 2007 sebesar Rp 940.591.001.500 di luar dana yang disiapkan pemprov dan pemkab di atas.

Pendidikan gratis berlaku untuk 14 item pada tingkat Seolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Jika berjalan baik, gubernur Syahrul berencana menggratiskan pendidikan hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2009 nanti. (Andi Aisyah/Trijaya/fit)

Sumber:
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/08/1/116739/icmi-janji-kawal-program-pendidikan-gratis
Akses Tanggal 10 Juli 2008